Hari Tanpa Terik Matahari

by: Yongki Aleksander

Biarlah hidupku terus menunggu

menunggu bejuta alasan yang diliputi oleh langit senja

biarkanlah aku terus menunggu

sampai aku tahu apa arti dari ilusi mainan yang hanya tinggal kepala

biarlah aku terus menunggu dibalik pohon hijau berdaun kecil nan runcing

seakan menatap debu dibalik ramainya kehidupan

hidupku tak berari

hidupku mati

hidupku penuh duri

kawan, dengarkanlah sajakku ini

dibaik asa yang tinggal sejengkal kepala

namun engkau datang dengan rakusnya,

aku bisa melihat celah diantara manisnya lemari kecil bergaya dan berenda

dengan sedikit bantuan cahaya yang tertutup oleh kaca

dengan sedikit bantuan dari peri-peri langit kecil yang riang gembira

ternyata aku salah, daun itu tidak berasa namun juga tak bercitra

kini aku sadar dalam langkah-langkah

bertepuklah para arwah, bertepuklah para leluhur tua

biarkan aku menulis diatas udara

dengan penat dan panasnya senja

biarkanlah aku berkaya

mengukir cita diatas batubara

cukup, cukup omong kosongmu, Ya Mulia

aku akan berjalan diatas satu kakiku yang  terluka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s