Galeri

Syair kehidupan

Kehidupan bukanlah sebuah mainan tetapi kehidupanlah yang memainkan permainan, semuanya terkadang tak sesuai jalan yang diharapkan, salah besar apabila manusia berharap hidupnya tidak memiliki masalah Karena sesungguhnya tempat orang yang tidak memiliki kehidupan adalah dikuburan bukan didunia nyata, lama tak kupandang ternyata semuanya cepat sekali berubah, mulai dari hal yang kecil. Sesekali aku terdiam menatap langit yang cerah berharap bukan hanya aku yang galau akan semua permasalahan yang terjadi tetapi banayk orang yang juga sedang menatap lagit sama seperti diriku, aku tidak sendirian masih banyak orang yang juga merasakan perasaan yang sama seprti diriku skerang. Cepat atau lambat semuanya akan kembali pada tempatnya yang atas akan tetap ke atas dimana diawal ia berasal. Kehidupan memang tak seperti selembar daun kelor yang hanya memiiki ruangan yang sempit,begitulah kebanyakan orang berpendapat, tapi ini malah sebaliknya terkadang kehidupan memang bisa dibilang hanya selembar daun kelor. Aku bukan seorang penyair yang kuat akan cercaan dan dapat menghadang topan yang datang tapi aku dapat lebih kuat dari itu semua kalau aku mau, ehidupan juga dapat dibilang sebagai menu-menu yang ada dalam sebuah file dalam bentuk document dimana kita dapat memanfaatkan menu-menu tersebut untuk menjadi jalan kita agar kiata dapat mencapai tujuan yang semulah telah kita rangkai dalam hati sanubari dan terorganisir dalam otak yang telah terbentuk matang-matang, sungguh keajaiban yang luar biasa namun apakah semuanya akan seperti apa yang gtelah diasakan oleh hati kecil yang rapuh ini ? aku bukan sok mengerti apa arti kehidupan itu sebenarnya, melainkan aku mencoba menelaah apa yng dimaksudkan kehidupan yang sebernanya, apa yang ia pintah, apa yang ia inginkan, apa yang ia benci, cobalah untuk mejalani kehidupan dengan arif dan bijaksana sesuai dengan kamauan kita, jangan pernah memaksa kehendak yang kita inginkan tetapi diri kita tidak dapat melakukan hal yang kita harapkan tersebut. Motif- motif kehidupan dapat kita buat sendiri dengan jalan yang kita punya, namun adakalanya kehidupanlah yanag membuat motifnya sendiri, dimana dalam mlotif tersebut tampak jelas kehidupan berjalan seperti apa, lurus, bengkok kekiri, kanan, tekadang kembali ketempat semula. Akan hanya ada satu gumpalan awan yang terisa ketika kita berharap kita ingin terbang keawan tersebut tiba-tiba awan tersebut tertiup angina yang tak tentu arah yang membuatnya jauh meninggalkan dia. Sebuah kardus yang jebol, melambangkan kerisauan yang sedang dihadapi oleh hati ini, namun kardus yang telah rapuh terrsebut hanya akan dapat bertahan beberapa waktu saja tidak akan lebih seperti pa yang kita impikan, pertanyaanya mengapa kardus tersebut bisa jebol dan rapuh?  Salahkah kita? Kita kan selalu bertanya, dan jawabanya adalah ia, kita telah menaruh barang yang salah dalam kardus tersebut, sehingga kardus tersebut rusak. Alangkah baiknya apabila kita dapat mepertimbangkan terlebih dahulu barang apa yang harus kita masukan kedalam kardus tersebut agar tidak terjadi kerusakan,  ibarat sapu dan pel, tinta dan pena yang saling melengkapi satu sama lain, yang pastinya apabila salah satu dari mereka hilang maka takkan sempurnya hidup ini.sekli lagi, kehidupan memang sangatlah keras tapi sesuatu yang keras tersebut dapat terurai dengan jaln yang lembut, bagaimana mendapatkan jalan yang lembut tersebut, jawabannya ada dalam jalan kedupan yang telah engkau rangkai dan engkau jalani sampai sekarang, ubalah sikap anda maka hidup anda pun akan berubah , apakah perumpamaan tersebut benar, bergantung bagaimana paradigma kamu berpendapat akan hal itu, dimana posisi kamu dalam melihat sebuah permasalahan.

Iklan

One comment on “Syair kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s