Galeri

“Perasaan sang Bunga”

Kejadian ini berawal pada saat ku mengenal seorang pria, dimulai dari persahabatan berbuntut menjadi kesedihan yang begitu mendalam, aku mengenalnya melalui petemuan yang tak sengaja terjadi dan saat pertemuan itu, aku sedang berkumpul bersama teman-teman.
Saatnya terbangun ku mendengar suara kicauan burung memanggil ku…
aku duduk di serambi depan rumah, melihat taman bunga yang indah dan pohon-pohon di sekelilingku sambil mendengar kicauan burung yang begitu menenangkan dan merasakan udara yang begitu segar.

Kuambil secarik kertas untuk menulis pesan untuk keluargaku, ku langsung beranjak pergi mempersiapkan diri tertunduk, menghayati langkah setiap langkah ku.Walaupun hati tidak siap untuk meninggalkan semua kenangan senang, sedih dan bahkan menyesakkan hatiku yang ada selama ini, tapi aku siap untuk memulai hidupku.

Berawal dari persahabatanku yang sudah sangat lama kujalani, Reza seorang teman yang sangat akrab sebelumnya dengan temanku, dan tidak menyangka dari persahabatan mereka menimbulkan suatu keraguan dalam hatiku. Bahkan pikiran ku memulai untuk menanyakan beberapa pertanyaan untuk temannya, pertanyaan yang menurutku begitu penting untuk ditanyakan  tapi aku tidak siap untuk mengatakannya mungkin aku butuh waktu untuk melakukan hal  itu. Ternyata dari keraguan itu, yang menyebabkab  aku semakin dekat dengan Reza.

tak disangkah-sangkah, tiba-tiba Reza menelponku dan mengajak aku untuk pergi ke Mal terdekat di daerah rumah kami.” hatiku berkata apa yang yang telah terjadi benarkah ini “?
Dengan senyum malu aku menjawab “ya”.
Aku bersiap-siap sengan segala kemampuan  yang bisa aku lakukan aku memilih dan menggunakan baju yang sebegitu menarik agar enak untuk dilihat oleh Reza nanti, lalu aku keluar karena Reza telah menungguku di teras rumahku, dengan senangnya Reza menyambut ku dan meraih tanganku untuk memeluk badan nya.
“Ayo, pegang badan ku yang erat karena aku mau kencang mengendarai motorku” TanyaReza  kepada ku“.
“O ya jangan takut aku pegang erat badan kamu,” jawabnya, walaupun dengan malu nya aku menjawab.
Seiring peerjalanan sampailah kami di tempat tujuan, kami langsung ke tempat makanan.
“Kamu sudah makan…?” tanya Reza kepadaku.”Ayo kami makan,” jawabku.
Siap memilih menu kami masing-masing.
Sambil menunggu makanan tiba, memulai untuk obrolan. Reza menatap mataku dengan penuh arti dan aku membalasnya dengan senyuman. Tiba-tiba, makanan datang dan kami  siap santap makanan ini. “Ehhmm enaknya makanan ini ya,” kataku. Tiba-tiba teman-temannya Reza datang dan menghampiri kami untuk bergabung. Semakin seru dan suasana semakin ramai.”Asyiknya berkumpul di tempat ini ya..???” kataku.”

Waktu semakin larut malam, hari barganti menjadi gelap. Segera aku menyarankan agar kami  meninggalkan tempat dan bergegas untuk pulang.
Aku terbaring ditempat tidur sambil mendengarkan musik klasik kesukaanku . Dan siap untuk terlelap dalam mimpi karena tubuhku begitu lelah karena berjalan seharian dengan Reza.
Seiring waktu berjalan perlahan-lahan aku membuka hatiku untuk Reza.
Mengenal keluarganya lebih dekat dan mereka pun menyambut ku dengan senyuman.

“Silahkan duduk”, sapa mama nya Reza.

“Iya bu” jawabku.

Dengan sopan mama nya menyapa aku. Waktu berlalu begitu cepat tak terasa hari sudah larut malam aku berkunjung ke rumah Reza.

“O ya aku pulang dulu ya, sudah larut malam nih”, kataku kepada Reza
“Terima kasih ya sudah datang”, jawab mereka. Seiring waktu aku dan Reza, semakin hari semakin dekat, aku tak tahu apa yang ada difikiranku.

“Hai Res, besok kamu ada acara kemana..?” tanya Reza kepadaku.

“Tidak kemana-mana, memang kenapa.?” jawabku.

Dari pertanyaan itu yang membuat aku semakin bingung untuk menjawabnya, dengan tangkas nya aku menjawab “boleh”. Tersenyum lebar Reza kepadaku. Pergi ke suatu restoran tak jauh dari rumah kami, dan Reza memilih tempat makan yang bagus dan suasana yang sangat romantis. Dengan suasana tempat yang di sekeliling nya bunga-bunga dan ada satu lilin diatas meja makan kami.

“Indah sekali tempat ini” tanyaku. Reza menyiapkan ini semua untukku..
Dengan iringan musik yang indah dan membuat suasana kami semakin hangat. Tak luput dari pembicaraan kami ada tawa dan senda gurau. Hening sejenak. Reza terima telepon dari teman dekatnya, dan mengundang temannya untuk datang di acara makan malam bersama.

Selesai makan, kami semua bermain bilyard dengan pasangan kami masing-masing. Seru dan ramai kami saling berlomba… dari bermain bilyard tidak sengaja aku melihat tatapan Reza tertuju kepadaku. Dengan segera Reza pasang muka penuh malu dan merah. Aku memberanikan diri untuk menghampirinya, tersenyumlah Reza kepadaku. Diantara teman-temannya memperhatikan kami berdua, dan mereka pun ikut bersorak-sorai dengan sambutan mereka yang membuat kami tertawa lebar.
Dengan lelahnya aku bermain, aku berusaha untuk duduk dan minum sejenak.
Tiba-tiba Reza menghampiri ku, dan mengatakan sesuatu yang penting.
Dengan bisik-bisik Reza berbicara denganku.”Aku suka sama kamu”, tanya Reza kepadaku. Butuh waktu aku menjawab itu.”Bagaimana ya..??” jawabku. Tak secepat itu aku menjawab ya, tidak sabar Reza menunggu jawabanku.
Seringnya kami bersama.. dan hampir semua tempat kami kunjungi…
Suasana yang berbeda, tiba-tiba ide dari Ansor untuk membuat acara bakar ayam di rumahnya. Aku bersama cewek nya Ansor menyiapkan beberapa nasi dan minuman. Dan laki-laki nya menyiapkan arang-arang nya, untuk ayamnya segera dibakar. Berharap ayamnya segera selesai.

Sambil menunggu ayamnya matang, Reza berusaha menghibur Res dengan menyanyi sambil bermain gitar penuh semangat dan gembira.

Segera ayam disantap dan menikmati suasana malam yang sejuk dan dingin.. dan melihat bintang-bintang yang indah.

“Mantap sekali ayam ini ya,” kataku. Dengan lahap nya mereka menyantap ayam yang masih hangat.

Hari semakin cepat berganti dan waktu semakin berubah setiap detik nya. Tidak kusangka pertemanan kami semakin akrab dan berlanjut lama. Buat kejutan untuk Reza, selesai aku pulang dari kuliah.. aku berusaha untuk telepon Reza.

Ternyata Reza yang mengangkat teleponnya, “Hai Reza, nanti sore aku mau kamu datang ke rumahku…??” tanyaku.
“Ya boleh” jawab Reza.
Dengan segera aku persiapan diri untuk mandi. Mama ku menyapa ku dengan wajah yang penasaran. Selesainya aku mandi,  tak lama Reza datang dan menunggu ku di teras depan rumahku. Segera Mama ku menyapanya dan mengobrol dengan Reza. Dari pembicaraan mereka terdengar dari kamar ku.. Penuh curiga aku segera keluar dan bertemu dengan Reza dan mama ku. Tak lama kemudian mama ku meninggalkan kami berdua, sambil menunggu waktu.. aku menyiapkan minuman dan makanan.

Tidak mengerti apa yang dibicarakan Reza tentang dirinya, dengan pasang wajah yang serius. Tapi aku membalasnya dengan wajah yang lucu agar suasana tidak tegang. Ternyata dari pembicaraan itu yang membuat aku semakin penasaran dan ragu. Tetapi aku berusaha untuk tenang, sambil Reza memegang tanganku penuh erat dan tatapan yang tidak sanggup untuk mengatakan kepadaku.

Sekian lama aku menunggu dari sebuah jawaban.
Tak lama aku berpikir panjang. untuk datang dan mencari tahu dari teman dekatnya. Mudah-mudahan dari penasaran ku, aku dapat jawaban yang membuat hatiku lega.
“Hai Ansor… apa kabar..??” tanyaku. Dengan pasang wajah yang kaget Ansor menyapa ku.

“Hai.. Aku baik-baik aja Res, tumben kamu main ke tempatku,” Jawab Ansor.
Dipersilakan duduk aku di ruang tamunya. Mungkin ini terlalu berani aku bicara dengan Ansor, berapa menit kemudian cewek nya Ansor datang dan menyambut ku…

Cewek nya Ansor bertanya kepadaku.”Res kamu tumben datang ke sini.. ada apa ya..??”

Aku mau bertanya sesuatu tentang Reza, jawabku.
Dari obrolan kami bertiga semakin menegangkan.. ternyata dari obrolan Reza dengan mama ku yang membuatku kaget.

“Apakah ini benar..??” jawabku. Ternyata mama ku tidak suka dengan Reza. Mamaku meminta Reza meninggalkan aku.
Kenapa ini bisa terjadi aku mencintai seseorang tetapi…. ??
Bahkan aku berusaha untuk lebih dekat dengan Reza.. agar dari cerita ini semua, tidak membuat aku jauh dari Reza. Aku akan berusaha memberikan semangat untuknya…

“Bagaimana hubungan aku berikutnya dengan Reza…??” Ansor dan cewek nya berusaha untuk menenangkan aku juga.

Memberikan waktu untuk berpikir antara Res dan Reza.
Pertemuan aku tiba-tiba dengan Reza. dengan tempat yang sama sewaktu aku kenal Reza pertama kali

“Kamu mau minum apa…?” tanyaku.
“Es kelapa aja,” jawab Reza. Tatapan Reza yang penuh penasaran dan tanda tanya.

“Ada apa sebenarnya Res..??” tanya Reza.

“Hmmm…” jawabku. Aku berusaha dengan tenang untuk menjelaskan ini semua dengan Reza.

“Sebelumnya aku minta maaf, aku sudah sayang sama kamu tapi…??”
Reza memegang tangan Res dan untuk segera mengatakan nya.

Hening sejenak sambil menahan nafas perlahan-lahan…
“Reza sepertinya kita sampai disini saja hubungankita,” kataku.

Tidak menyangka dari pikiran Reza secara tiba-tiba. Mataku berbinar-binar, sedikit demi sedikit aku menitiskan air mata. Diambilnya tisu dan segera Reza mengusap air matanya Res. “Kenapa ini bisa terjadi..?” kata Reza. “Akupun sudah bahagia bersama kamu Reza”, jawabku. “Mungkin ini sudah jalan terbaik buat kami…”, kataku. Dari pertama kali Reza berbicara dengan mamaku. Akupun sudah tahu.. tapi aku butuh waktu untuk membicarakannya ini semua dengan Reza. Kemungkinan aku saja yang menyudahi hubungan ini.

Hai Res.. kenapa kamu mesti menangis..??” tanya Reza kepadaku.

Ku terdiam dan tidak bisa menjawab apa-apa lagi. Kita bisa berteman kan..?? jawabku. “Walaupun kami sudah tidak ada hubungan lagi, tapi kita  bisa bertemu lagi kan…” kataku.

cerita hidupku bagaikan abu dari kayu yang terbakar api yang terbang setelah api tersebut melahap kayu sampai habis. Ternyata kebahagiaan yang kumiliki tak selamanya abadi.

 

sumber gambar :http://ksatria-arsyillah.blogspot.com/2012/08/belajar-puasa-dari-kupu-kupu.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s