Galeri

Selamatkan Sungai Musi, Sungai Kita Bersama

Banyak sungai-sungai besar yang terkenal di Indonesia, salah satunya adalah Sungai Musi. Sungai yang bermuara dan berakhir sepanjang provinsi Sumatera Selatan ini memiliki panjang 750 km. Sungai Musi yang dulu asri, indah, dan bersih, kini telah berubah menjadi sungai yang keruh, berbau, dan digenangi oleh jutaan sampah. Hal ini didukung oleh banyaknya pabrik yang berada di pinggir Sungai Musi sehingga mereka dapat dengan mudah membuang limbah industri ke sungai.

Kapal-kapal yang masuk ke Sungai Musi pun kebanyakan adalah kapal yang membawa minyak yang dimana dapat menyebabkan air Sungai Musi tercemar. Selain itu, sampah rumah tangga yang dihanyutkan ke Sungai Musi sudah tidak dapat dihitung lagi jumlahnya, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Faktanya masih banyak warga yang tinggal di pinggiran Sungai Musi yang membuang sampah rumah tangga mereka dengan cara menghanyutkannya begitu saja ke sungai. Betapa kurangnya kesadaran masyarakat dalam pelestarian Sungai Musi.

Padahal Sungai Musi masih dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari. Sebagian besar warga yang tinggal di sepanjang pinggiran sungai masih memanfaatkan Sungai Musi sebagai sumber kehidupan mereka sehari-hari. Air tersebut diantaranya digunakan untuk mencuci, mandi, bahkan untuk minum. Begitu ironis sebenarnya, jika mereka masih menggunakan air Sungai Musi sebagai air minum, karena air tersebut telah tercampur oleh berbagai macam zat kimia yang tidak baik bila dikonsumsi oleh makhluk hidup, apalagi manusia. Akan banyak penyakit yang  timbul dari dampak penggunaan air Sungai Musi sebagai air minum.

Dampak lain dari pencemaran di Sungai Musi yaitu makhluk hidup di bawah air termasuk ikan dan tumbuhan akan sulit hidup. Mereka akan sulit untuk menerima pasokan cahaya matahari dan juga sumber makanan yang baik. Air sungai Musi yang telah banyak mengandung zat-zat kimia tersebut memiliki dampak buruk bagi hewan dan tumbuhan di habitatnya. Dampak nyata yaitu berkurangnya jumlah populasi ikan yang hidup di Sungai Musi. Hal tersebut dapat dirasakan dari beberapa nelayan sekitar Sungai Musi yang semakin mengalami kesulitan untuk mendapatkan ikan dibandingkan beberapa tahun yang lalu, saat sungai Musi belum tercemar.

Disisi lain, kita ketahui bahwa Sungai Musi juga digunakan sebagai sarana transportasi, rekreasi, dan sebagai objek fotografi. Dampak buruk dari keadaan Sungai Musi pada saat ini, dapat berpengaruh terhadap tiga faktor tersebut. Transportasi melalui sungai Musi akan terganggu karena banyak sampah yang berserakan. Para wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin berwisata atau hanya mencari objek fotografi di sekitar Sungai Musi pun akan berkurang. Mereka enggan berkunjung ke Sungai Musi karena tidak ada lagi tempat yang menarik untuk berekreasi. Otomatis, mata pencaharian masyarakat di sekitar sungai akan berkurang dan tingkat pengangguran akan semakin tinggi.

Memang kita akui bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam pelestarian Sungai Musi, namun pada kenyataannya belum menunjukkan hasil yang optimal. Karena dalam prakteknya, Sungai Musi masih tercemar bahkan keadaannya bertambah buruk. Lalu, bagaimana peran kita sebagai masyarakat dalam pelestarian Sungai Musi?

Sebagai masyarakat, seharusnya kita menyadari akan bahaya pencemaran Sungai Musi yang begitu parah dewasa ini. Maka dari itu sudah sepantasnya kita ikut serta dalam berbagai upaya penyelamatan dan pelestarian Sungai Musi. Cara penyelamatan yang dapat kita lakukan yaitu dengan tidak membuang limbah rumah tangga ke sungai. Kita sebagai bagian masyarakat juga wajib saling mengingatkan warga masyarakat lain yang masih membuang sampah ke sungai. Kita juga berhak untuk melaporkan berbagai kegiatan masyarakat atau pabrik-pabrik di sekitar sungai Musi yang masih membuang sampah/limbah cair mereka ke sungai, kepada pihak yang berwajib supaya ditindak tegas. Dengan demikian, tingkat pencemaran yang terjadi di Sungai Musi dapat kita minimalisir.

Memang berbagai upaya tersebut tidak mudah untuk direalisasikan. Namun, jika kita semua, seluruh warga masyarakat Sumatera Selatan, khusunya yang tinggal di sekitar Sungai Musi melakukannya dengan terus-menerus dan ikhlas, kita akan mendapat hasil yang optimal.

Disisi lain, upaya untuk mempromosikan potensi Sungai Musi perlu untuk terus kita lakukan. Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, kita dapat membuat website atau blog yang berisi tentang Sungai Musi dan sejarahnya yang unik. Kita juga dapat meng-upload foto-foto Sungai Musi, begitu pula dengan tempat wisata di sekitar Sungai Musi lainnya. Dengan demikian, diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan domestik  maupun mancanegara untuk mengunjungi Sungai Musi kembali.

Pada akhirnya, marilah kita lestarikan Sungai Musi dari sekarang! Sebelum semuanya menjadi hancur! Jangan biarkan kehidupan kita dan makhluk hidup lain terancam oleh pencemaran Sungai Musi. Jika bukan kita, warga Sumatera Selatan, siapa lagi yang akan peduli.

sumber artikel: Kak Faradhina( SMA Negeri Sumatera Selatan)

sumber gambar :http://infowisataku.com/place/obyek-wisata-sumatera-gemerlapnya-sungai-musi-di-malam-hari

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s